Fluor si Unsur Terjadi Secara Alami di Kerak Bumi

Bel sekolah berbunyi, seluruh siswa sistem periodik unsur memasuki kelasnya masing-masing. Dan kini, tokoh utama dari cerita ini, fluor datang terlambat. Keterlambatannya memang tidak bisa dihindari. Karena fluor lebih lambat daripada saudaranya, klor, brom, dan yodium. Mereka berada di kelas VII A.

Pak guru datang masuk ke kelas VII A. Guru mulai memperkenalkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Dan selanjutnya oleh para siswa. Dimulai dari Fluor.

Dia sangat gugup sekali. Wajar dia termasuk unsur yang reaktif. Dia menarik nafas. beruntung sekolah ini tidak dekat daerah industri, karena jika dia didekatkan di industri maka akan sangat berbahaya.

Dia memulai berdiri, dia menutup mata dan sekejap kemudian membuka mata.

“Perkenalkan, saya adalah….”

fluor

Sifat
Mudah membentuk senyawa dengan hampir semua unsur lainnya, bahkan dengan gas mulia seperti kripton, xenon, dan radon. Karena kereaktifannya yang tinggi, kaca logam, air, serta zat lain akan terbakar dan menyala terang saat direaksikan dengan gas fluor.

Kegunaan/Manfaat
Atom dan molekul digunakan untuk plasma etching di bidang manufaktur semikonduktor, produksi panel layar datar, dan fabrikasi MEMS.

Keberadaan di Alam
Terjadi secara alami di kerak bumi dan dapat ditemukan dalam batuan, batu bara, dan tanah liat. Fluor adalah unsur ke-13 paling melimpah di kerak bumi dengan konsentrasi 950 ppm. Tanah mengandung kira-kira 330 ppm fluor.

Cara Pembuatan
Dalam bentuk dapat dibuat dengan cara elektrolisis dan leburan garam kalium florida (KF) dan asam fluorida (HF). Sedangkan dalam bentuk cair dapat dilakukan dengan cara melewatkan gas fluor tersebut melalui sebuah tabung logam atau karet yang dikelilingi oleh udara cair.

Kelemahan
Gas fluor yang dilepaskan oleh industri amat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada konsentrasi sangat tinggi.

Penemu
Moissan

Tahun
1886

Baca juga: Oksigen si unsur yang kita hirup sehari-hari

Nomor Atom 9
Massa Atom 18,99 g/mol
Golongan VII A
Periode 2
Konfigurasi Elektron [He] 2s2p5
Elektron Valensi 7
Bilangan Oksidasi -1
Titik Lebur -219,6oC
Titik Didih -188oC
Massa Jenis 1,505 g/ml
Wujud Gas
Warna Kuning-hijau pucat
Struktur Kristal Halogen
Jenis Unsur Non logam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here