Cerpen: Cowok Itu Mampu menggetarkan Hatiku

Cowok Itu Mampu menggetarkan Hatiku

Entah apa yang terjadi dalam diriku ini. Aku tidak bisa menyembunyikan senyumanku. Aku heran dengan diriku ini. Baru sekali melihat senyum tulus Andi dan entah kenapa jantung ini berdebar dengan kencang dan tentu saja, aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. Wajah senyumannya selalu terbayang dalam lamunanku.

Aku tahu, Andi itu orang yang nggak ada tampan-tampannya sedikitpun. Dia itu adalah orang yang cuek, asyik dengan dunianya sendiri. Aku bahkan tidak tahu apakah otak dia pintar atau tidak. Yang dia lakukan adalah datang ke kelas, duduk di paling belakang, buka komputer, dan nonton anime deh.

Tapi saat itu, ketika aku menegurnya karena aku kesal dengan dia yang tidak pernah mendengarkan dosen menjelaskan. Entah kenapa aku kesal, aneh juga diriku ini. Dia menunjukkan senyuman untuk yang pertama kalinya. Dan getaran di hati ini muncul begitu saja.

***

“Tolong, jadilah pacarku,” seorang cowok yang katanya super keren, idola para cewek-cewek, terang-terangan menembakku di lapangan kampus. Dia menungguku dengan bunga mawar yang besar.

“Oh …,” hanya itulah jawaban yang kuberikan. Aku menunjukkan wajah penolakan, beruntung dia cowok yang peka. Dia langsung membenamkan mukanya ke bunga mawar. Aku yakin dia tidak ingin dia terlihat cengeng tapi terlanjur kelihatan. Air matanya menetes dari bunga mawar itu.

Dan sejak saat itu, aku terkenal sebagai cewek yang berhati dingin. Musuhku banyak sekali, terutama cewek-cewek centil. Dan fans-ku cukup banyak dari golongan cowok.

Tapi … Andi adalah cowok yang lain dari yang lain. Sebagian besar cewek tidak menyadari keberadaan Andi. Mereka pikir Andi adalah makhluk halus yang nyasar ke dunia manusia. Tapi aku tidak bisa cuek terhadap Andi. Bahkan, di media socialnya juga aku kepo sendiri. Hampir tiap hari aku memperhatikan status facebook-nya. Walaupun ujung-ujungnya kesal juga, karena statusnya kebanyakan status anime.

Tiga minggu Andi lalu mampu membuat jantungku berdetak kencang. Aku tidak ingin menyimpulkan kalau aku jatuh cinta kepadanya. Pagi hari itu, aku langsung mendatangi tempat duduknya.

“Hey kamu, kenapa kamu tidak pernah memperhatikan dosen? kenapa kamu asyik dengan anime yang jauh banget dari dunia nyata? Emang kamu tidak bisa melihat kenyataan?” tanyaku setelah memikirkan pertanyaan beribu-ribu kali. Aku sibuk mencari pertanyaan yang cocok dengannya, dan tentunya aku berharap pembicaraan kami nantinya tidak berhenti di tengah jalan.

“Kenapa? Kenapa aku suka anime ya? Karena cewek anime begitu cantik-cantik, lain dengan dunia nyata. Cewek di dunia nyata tidak ada yang cantik. Perhatikan cewek ini, dia begitu cantik, bukan?” katanya semangat sambil menunjukkan sebuah gambar anime cewek. Aku langsung pusing tujuh keliling.

“Apa kamu tidak pernah melihat kenyataan?”

“Pernah dan aku belum menemukan cewek yang cantik.”

“Oh…,” entah kenapa kata-katanya barusan membangkitkan rasa cemburuku.

“Kamu mengatakan tidak ada cewek yang cantik di dunia nyata?” tanyaku dengan nada penuh tekanan.

“Hmm … ada sih. Tapi entah kenapa cewek itu begitu cerewet. Dia selalu memperhatikanku.”

“Siapa cewek itu?” tanyaku dengan cemburu yang menggebu-gebu.

“Kamu,” katanya datar dengan wajah datar disambut polos. Tapi kata-katanya barusan mampu mengubah wajahku menjadi memerah. Jantungku berdetak seribu kali lebih cepat dari biasanya.

“Hmph, ternyata kamu tukang gombal juga.”

“Hah? Gombal? Itu apaan?” apa? Jangan-jangan dia tidak tahu?

“Terserah,” kataku sambil menjitak kepalanya. Setelah itu aku pergi meninggalkannya. Aku tidak tahan dengan wajahku yang memerah ini.

***

Setidaknya, itulah awal perkenalanku dengan suamiku. Dan tidak kusangka, aku yang melamarnya. Dia terlalu asyik dengan dunianya sendiri, sehingga tidak menyadari dunia nyata. Ternyata dia mengaku juga, selama ini dia mencintaiku.

Dan memang menikah dengannya ada manis dan pahit. Manisnya, ternyata dia orang yang romantis. Dia melakukan apapun demi membuatku bahgia. Mungkin karena efek anime kali, yang mana setiap cowok selalu melakukan apa saja demi cewek yang dia cintai. Pahitnya, terkadang dia lebih memilih cewek anime daripada diriku, dan itu membuatku cemburu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here