Bagaimana Cara Menulis Opini dan Menembus Koran?

Banyak penulis ingin menulis opini dan menembus media massa, rasanya ada rasa kebanggaan tersendiri ketika menembusnya. Caranya juga sangat mudah. Hanya menulis opini tentang topik tertentu, kirim ke media massa, baik itu dalam bentuk hardcopy maupun softcopy, dan tunggu konfirmasi. Namun, diterima atau tidaknya tulisan itu merupakan hak media massa. Kebanyakan tulisan yang dikirim tidak diterima. Bahkan, ada yang sudah ratusan kali dikirim dan tidak pernah diterbitkan. Apa yang salah? Kenapa tidak diterbitkan? Apakah cara menulis opini yang ditulis salah?

Sebenarnya, cara menulis opini yang baik dan benar adalah … tinggal tulis opini, itu saja kok repot. Tapi ya….

Bagaimana Cara Menulis Opini dan Menembus Koran

Pertama, Beropini Itu Mudah

Opini itu tidaklah sulit, setiap hari kita selalu beropini. Misal, masakan istri tidak lezat, kita sudah memberikan opini. Sangat mudah memberikan opini.

Memang sudah sewajarnya, mungkin memang sifat bawaan manusia, setiap manusia selalu beropini, tentang baik dan buruknya kehidupan. Cobalah perhatikan kebiasaan kita sehari-hari. Apakah kita selalu beropini? Apalagi melihat kebiasaan masyarakat yang salah di mata kita, pastinya kita memberikan opini.

Atau kebiasaan pejabat yang salah, misal koruptor. Pastinya muncullah ratusan opini di benak kita. Dan tentunya, sasaran pendengar opini kita ke orang terdekat, bukan?

Apa lagi? Nah … mungkin dengan melihat status di media social yang kita rasa salah, pastinya kita mulai beropini. Mungkin, sebagian dari kita pernah menulis opini di media social.

Jadi, opini itu tidak sulit, itu sangat mudah. Karena memang sudah bawaan dari lahir. Yang susah itu apa?

Memberikan Opini Yang Menarik dan Teraktual

Nah … di sinilah ilmu Anda dikeluarkan. Memberikan opini itu mudah, tapi bagaimana memberikan opini yang menarik dan teraktual? Tentunya banyak faktor yang menentukan. Tulisan opini di media massa, bukanlah sebuah tulisan yang langsung jadi, tapi memiliki beberapa tahap proses. Maka dari itu, tulisan opini yang menarik dan teraktual sebaiknya memperhatikan.

1. Sudut pandang Opini
Anda menulis sebuah opini. Ke mana arah pandangan opini Anda. Tentunya, sesuaikan juga dengan pandangan ke media massa yang dituju.

Sebaiknya pilihlah sudut pandang yang menarik. Misal, ketika BBM naik, berilah sudut pandang kepada masyarakat yang keberatan karena BBM naik. Dan juga sebaiknya harus diberikan bumbu drama juga. Maka dari itu, mulailah peka melihat keadaan sekitar.

Selain dari sudut pandang, tentunya….

2. Ilmu Yang Dimiliki
Jangan beropini jika itu tidak ilmu yang Anda bidangi. Seperti contoh: Anda mempunyai ilmu yang luas mengenai pertanian. Seharusnya Anda memberikan opini tentang pertanian, jangan memberikan opini tentang politik. Hal ini tentunya akan menghancurkan kredibilitas Anda. Ini seperti bumerang untuk Anda. Jika Anda menghancurkan kredibilitas Anda, tidak akan ada lagi yang percaya dengan opini Anda.

Bayangkan jika keadaan Anda seperti ini:

Anda mendengar seseorang beropini tentang politik. Dia berkoar-koar berkata mengenai politik yang salah, dan pandangan mengenai negara itu salah. Dia memberikan bukti yang konkrit, tentunya, Anda tidak sempat memeriksa bukti yang dia berikan. Dan ketika melihat ilmu yang dikuasai orang tersebut, adalah ilmu peternakan. Apakah Anda percaya dengan dia? Dan ketika dia berbicara mengenai politik sekali lagi, apakah Anda percaya lagi?

Maka dari itu, gunakan ilmu pengetahuan yang Anda miliki. Jangan sia-siakan ilmu yang Anda dapatkan beberapa tahun silam.

3. Kecepatan Update Ilmu Yang Dimiliki
Nah … ini dia juga yang harus disadari. Ilmu itu berkembang, tidak ada ilmu yang tidak berkembang. Bahkan untuk ilmu perdukunan sekalipun semakin berkembang tiap waktu. Maka dari itu, ilmu yang dimiliki harus update juga.

Bagaimana caranya? Ya … kemampuan membaca Anda sangat-sangat dibutuhkan. Maka dari itu, opini yang bagus adalah opini dari penulis yang sering membaca. Semakin banyak membaca, maka semakin banyak ilmu yang dimiliki. Hayo … jangan malas membaca buku ya…!

Jika ilmu yang Anda miliki tidak berkembang, maksudnya itu-itu saja, tidak terjadi update. Maka otomatis tulisan Anda tidak akan diterima. Anda tahu, media massa selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Sedetik saja media massa mengikuti perkembangan zaman, maka mereka rugi miliaran rupiah.

4. Teknik Menulis Yang Baik dan Benar
Nah … dalam hal menulis, tentunya tidak serta merta menulis saja seperti menulis buku diary. Ada teknik menulis yang harus dikuasai. Gunakanlah cara menulis yang baik, menarik, dan berilmu. Banyak orang fokus pada tulisan yang menarik tanpa memperhatikan sisi keilmuannya, dan banyak juga orang fokus pada tulisan yang berilmu tanpa memperhatikan sisi menarik. Maka dari itu, gabungkanlah. Tulisan yang menarik dan berilmu.

Tentu saja, membuat tulisan yang menarik dan berilmu itu tidak mudah. Harus menggabungkan teknik menulis yang baik dan ilmu pengetahuan yang dimiliki juga bagus.

Maaf, Gelar Keilmuan Juga Sangat Berpengaruh

Gelar Keilmuan Juga Sangat Berpengaruh

Inilah dilema dan memang inilah kenyataan. Dimanapun Anda berada, gelar itu adalah nomor satu. Bagaimanapun ilmu yang Anda miliki, bahkan mencapai level dewa sekalipun, gelar itu sangat dibutuhkan.

Maka dari itu, tuntututlah gelar dan ilmu sampai setinggi langit. Anda menulis tentang opini, maka gelar Anda, siapa Anda sangat dibutuhkan.

Seperti gambaran seperti ini, Anda membaca sebuah tulisan mengenai efek gas rumah kaca. Tulisannya memang bagus banget, ilmu yang dimiliki sangat luar biasa. Tapi gelar yang dimiliki sangat tidak memadai. Apakah Anda percaya dengan tulisan tersebut? Perlu dicatat, Anda tidak mengenal siapa si penulis ini.

Lihat! Anda juga memandang sebuah tulisan juga melihat gelar dari penulisnya. Maka dari itu, gelar sangat dibutuhkan.

Memang ada beberapa penulis opini yang tidak memiliki gelar memadai tapi selalu tembus di media massa. Mohon maaf, sangat jarang sekali. Itu adalah penulis yang sudah terbukti dengan ilmu yang dimiliki. Mungkin dia mendapat gelar kehormatan karena ilmu dia.

Seperti Anda juga yang memperhatikan gelar, begitu juga dengan media massa.

Tulisan Menarik, Gelar Mumpuni, Tapi Ditolak Juga?

Jika memang ditolak mulu, mungkin tulisan Anda tidak sesuai dengan media massa, atau memang opini Anda tidak terkini. Baiklah, semisal tulisan Anda terupdate. Maka, kesimpulannya tulisan Anda tidak sesuai dengan media massa.

Saran terbaiknya, segeralah lirik media massa yang lain. Masih banyak media massa yang ingin melirik Anda. Mereka ingin Anda tunjuk gigi dengan kualitas tulisan Anda.

Ditolak memang sakit, tapi itu bukan akhir dari dunia, bukan?

Baca juga: 5 pertanyaan motivasi diri agar tetap semangat menulis

Kesimpulan

Menulis opini itu sangat mudah. Setiap hari manusia beropini apa saja. Yang sulit itu adalah membuat opini yang update, menarik, dan memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Merangkai kata dengan mencampurkan ketiga aspek tersebut sangat susah. Maka dari itu, setiap penulis jika diminta saran mengenai “bagaimana cara menulis yang baik dan benar?” rata-rata pasti mengatakan, “sering-seringlah membaca”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here