Berhentilah Menyalahkan Takdir dan Mulailah Memperbaiki Diri

Berhentilah Menyalahkan Takdir dan Mulailah Memperbaiki Diri

Seorang pemuda yang gagal ujian marah-marah. Dia mengutuk takdir yang tidak berpihak kepada dirinya. Karena dia lihat, seorang wanita yang bahkan menurut kepintaran, dirinya jauh lebih pintar dari laki-laki itu. Tapi, kenapa dia gagal, sedangkan laki-laki itu tidak.

Dia marah-marah, menyalahkan semuanya. Termasuk menyalahkan guru-gurunya. Dia berpikir kalau guru-gurunya itu pilih kasih. Tidak memihak dirinya. Hingga akhirnya dia membenci dirinya.

Enam bulan berlalu, kini saatnya ujian kembali. Dia mengerjakan soal tersebut dengan maksimal. Dan beberapa minggu kemudian, hasilnya keluar. Hasilnya, pemuda itu mendapatkan nilai terbaik.

“Kenapa dia mendapatkan nilai terbaik? Padahal sebelumnya dia gagal?”

Hal tersebut terjadi, ketika beberapa minggu setelah kegagalan ujian tersebut, pemuda itu merenungkan dirinya. Apa yang dia lakukan sebelum ujian.

  1. Selama enam bulan, pemuda itu hanya menonton TV dan bermain game saja. Dia tidak sedikitpun mencoba untuk belajar. Belajar pun hanya sebentar.
  2. Selama enam bulan, pemuda itu tidak mendengarkan apa yang dikatakan guru. Setiap guru menjelaskan, pikiran dia melayang kemana-mana. Alhasil, satupun tidak ada yang dia ngerti. Ada sih dia ngerti, tapi tidak banyak.
  3. Pada saat ujian, pemuda itu hanya bermain game dan dilanjutkan dengan tidur. Dia tidak sedikitpun membuka buku pelajaran untuk sekadar mengulang pelajaran.
  4. Pada saat ujian, karena tidak pernah belajar, pemuda itu tidak dapat mengerjakan ujian. Dia berusaha menjawabnya, tapi yang dikerjakannya menjadi asal-asalan.

Setelah pemuda itu merenungkan dirinya, akhirnya dia menyadari. Kegagalan yang dia alami murni karena kesalahan dirinya. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan takdir. Dan karena hal tersebut, pemuda itu memutuskan untuk rajin belajar. Mengubah gaya belajar dia menjadi lebih baik. Hasilnya, dia menjadi yang terbaik.

Kesimpulan:
Banyak dari kita yang menyalahkan takdir karena hal buruk menimpa diri kita. Namun, jika dipikir-pikir kembali, hal buruk tersebut terjadi karena kesalahan kita. Maka dari itu, ketika hal buruk terjadi, jangan buru-buru menyalahkan takdir. Segeralah merenungkan diri, memeriksa apakah ada kesalahan yang telah kita perbuat. Setelah mengetahui kesalahan tersebut, mulailah memperbaiki diri untuk hidup lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here